Fatimah Az-Zahra
Pada suatu hari di Madinah, ketika Nabi Muhammad berada di masjid sedang dikelilingi para sahabat, tiba-tiba anaknya tercinta Fatima, yang telah menikah dengan Ali --prajurit umat Islam yang terkenal-- datang pada Nabi. Dia meminta dengan sangat kepada ayah nya untuk dapat meminjam seorang pelayan yang dapat membantunya dalam melaksanakan tugas pekerjaan rumah. Dengan tubuhnya yang ceking dan kesehatannya yang buruk, dia tidak dapat melaksanakan tugas menggiling jagung dan mengambil air dari sumur yang jauh letaknya, di samping juga harus merawat anak-anaknya.
Nabi tampak terharu mendengar permohonan si anak, tapi sementara itu juga Beliau menjadi agak gugup. Tetapi dengan menekan perasaan, Beliau berkata kepada sang anak dengan sinis, "Anakku tersayang, aku tak dapat meluangkan seorang pun di antara mereka ya ng terlibat dalam pengabdian 'Ashab-e Suffa. Sudah semestinya kau dapat menanggung segala hal yang berat di dunia ini, agar kau mendapat pahalanya di akhirat nanti." Anak itu mengundurkan diri dengan rasa yang amat puas karena jawaban Nabi, dan selanjutnya tidak pernah lagi mencari pelayan selama hidupnya.
Fatima Az-Zahra si cantik dilahirkan delapan tahun sebelum Hijrah di Mekkah dari Khadijah, istri Nabi yang pertama. Fatima ialah anak yang keempat, sedang yang lainnya: Zainab, Ruqaya, dan Ummi Kalsum.
Fatima dibesarkan di bawah asuhan ayahnya, guru dan dermawan yang terbesar bagi umat manusia. Tidak seperti anak-anak lainnya, Fatima mempunyai pembawaan yang tenang dan perangai yang agak melankolis. Badannya yang lemah, dan kesahatannya yang buruk men yebabkan ia terpisah dari kumpulan dan permainan anak-anak. Ajaran, bimbingan, dan aspirasi ayahnya yag agung itu membawanya menjadi wanita berbudi tinggi, ramah-tamah, simpatik, dan tahu mana yang benar.
Fatima, yang sangat mirip dengan ayahnya, baik roman muka maupun dalam hal kebiasaan yang saleh, adalah seorang anak perempuan yang paling disayang ayahnya dan sangat berbakti terhadap Nabi setelah ibunya meninggal dunia. Dengan demikian, dialan yang sangat besar jasanya mengisi kekosongan yang ditinggalkan ibunya.
Pada beberapa kesempatan Nabi Muhammad SAW menunjukkan rasa sayang yang amat besar kepada Fatima. Suatu saat Beliau berkata, "O... Fatima, Allah tidak suka orang yang membuat kau tidak senang, dan Allah akan senang orang yang kau senangi."
Juga Nabi dikabarkan telah berucap: "Fatima itu anak saya, siapa yang membuatnya sedih, berarti membuat aku juga menjadi sedih, dan siapa yang menyenangkannya, berarti menyenangkan aku juga."
Aisyah, istri Nabi tercinta pernah berkata, "Saya tidak pernah berjumpa dengan sosok probadi yang lebih besar daripada Fatima, kecuali kepribadian ayahnya."
Atas suatu pertanyaan, Aisyah menjawab, "Fatima-lah yang paling disayang oleh Nabi."
Abu Bakar dan Umar keduanya berusaha agar dapat menikah dengan Fatima, tapi Nabi diam saja. Ali yang telah dibesarkan oleh Nabi sendiri, seorang laki-laki yang padanya tergabung berbagai kebajikan yang langka, bersifat kesatria dan penuh keberanian, kesalehan, dan kecerdasan, merasa ragu-ragu mencari jalan untuk dapat meminang Fatima. Karena dirinya begitu miskin. Tetapi akhirnya ia memberanikan diri meminang Fatima, dan langsung diterima oleh Nabi. Ali menjual kwiras (pelindung dada dari kulit) milikn ya yang bagus. Kwiras ini dimenangkannya pada waktu Perang Badar. Ia menerima 400 dirham sebagai hasil penjualan, dan dengan uang itu ia mempersiapkan upacara pernikahannya. Upacara yang amat sederhana. Agaknya, maksud utama yang mendasari perayaan it u dengan kesederhanaan, ialah untuk mencontohkan kepada para Musllim dan Musllimah perlunya merayakan pernikahan tapa jor-joran dan serba pamer.
fatima hampir berumur delapan belas tahun ketika menikah dengan Ali. Sebagai mahar dari ayahnya yang terkenal itu, ia memperoleh sebuah tempat air dari kulit, sebuah kendi dari tanah, sehelai tikar, dan sebuah batu gilingan jagung.
Kepada putrinya Nabi berkata, "Anakku, aku telah menikahkanmu dengan laki laki yang kepercayaannya lebih kuat dan lebih tinggi daripada yang lainnya, dan seorang yang menonjol dalam hal moral dan kebijaksanaan."
Kehidupan perkawinan Fatima berjalan lanjcar dalam bentuknya yang sangat sederhana, gigih, dan tidak mengenal lelah. Ali bekerja keras tiap hari untuk mendapatkan nafkah, sedangkan istrinya bersikap rajin, hemat, dan berbakti. Fatima di rumah melaksanak an tugas-tugas rumah tangga; seperti menggiling jagung dan mengambil air dari sumur. Pasangan suami-istri ini terkenal saleh dan dermawan. Mereka tidak pernah membiarkan pengemis melangkah pintunya tanpa memberikan apa saja yang mereka punyai, meskipun m ereka sendiri masih lapar.
Sifat penuh perikemanusiaan dan murah hati yang terlekat pada keluarga Nabi tidak banyak tandingannya. Di dalam catatan sejarah manusia, Fatima Zahra terkenal karena kemurahan hatinya.
Pada suatu waktu, seorang dari suku bani Salim yang terkenal kampiun dalam praktek sihir datang kepada Nabi, melontarkan kata-kata makian. Tetapi Nabi menjawab dengan lemah-lembut. Ahli sihir itu begitu heran menghadapi sikap luar biasa ini, hingga ia m emeluk agama Islam. Nabi lalu bertanya: "Apakah Anda berbekal makanan?" Jawab orang itu: "Tidak." Maka, Nabi menanyai Muslimin yang hadir di situ: "Adakah orang yang mau menghadiahkan seekor unta tamu kita ini?" Mu'ad ibn Ibada menghadiahkan seekor unta. Nabi sangat berkenan hati dan melanjutkan: "Barangkali ada orang yang bisa memberikan selembar kain u ntuk penutup kepala saudara seagama Islam?" Kepala orang itu tidak memaki tutup sama sekali. Sayyidina Ali langsung melepas serbannya dan menaruh di a tas kepala orang itu. Kemudian Nabi minta kepada Salman untuk membawa orang itu ke tempat seseorang saudara seagama Islam yang dapat memberinya makan, karena dia lapar.
Salman membawa orang yang baru masuk Islam itu mengunjungi beberapa rumah, tetapi tidak seorang pun yang dapat memberinya makan, kearna waktu itu bukan waktu orang makan.
Akhirnya Salman pergi ke rumah Fatima, dan setelah mengetuk pintu, Salman memberi tahu maksud kunjungannya. Dengan air mata berlinang, putri Nabi ini mengatakan bahwa di rumahnya tidak ada makanan sejak sudah tiga hari yang lalu. Namun putri Nabi itu en ggan menolak seorang tamu, dan tuturnya: "Saya tidak dapat menolak seorang tamu yang lapar tanpa memberinya makan sampai kenyang."
Fatima lalu melepas kain kerudungnya, lalu memberikannya kepada Slaman, dengan permintaan agar Salman membawanya barang itu ke Shamoon, seorang Yahudi, untuk ditukar dengan jagung. Salman dan orang yang baru saja memeluk agama Islam itu sangat terharu. Dan orang Yahudi itu pun sangat terkesan atas kemurahan hati putri Nabi, dan ia juga memeluk agama Islam dengan menyatakan bahwa Taurat telah memberitahukan kepada golongannya tentang berita akan lahirnya sebuah keluarga yang amat berbudi luhur.
Salman balik ke rumah Fatima dengan membawa jagung. Dan dengan tangannya sendiri, Fatima menggiling jagung itu, dan membakarnya menjadi roti. Salman menyarankan agar Fatima menyisihkan beberapa buath roti intuk anak-anaknya yang kelaparan, tapi dijawab bahwa dirinya tidak berhak untuk berbuat demikian, karena ia telah memberikan kain kerudungnya uitu untuk kepentinga Allah.
Fatima dianugerahi lima orang anak, tiga putra: Hasan, Husein, dan Muhsin, dan dua putri: Zainab dan Umi Kalsum. Hasan lahir pada tahun kegia dan Husein pada tahun keempat Hijrah. Muhsin meninggal dunia waktu masih kecil.
Fatima merawat luka Nabi sepulangnya dari Perang Uhud. Fatima juga ikut bersama Nabi ketika merebut Mekkah, begitu juga ia ikut ketika Nabi melaksanakan ibadah Haji Waqad, apda akhir tahun 11 Hijrah.
Dalam perjalanan haji terakhir ini Nabi jatuh sakit. Fatima tetap mendampingi beliau di sisi tempat tidur. Ketika itu Nabi membisikkan sesuatu ke kuping Fatima yang membuat Fatima menangis, dan kemudian Nabi membisikkan sesuatu lagi yang membuat Fatima tersenyum. Setelah nabi wafat, Fatima menceritakan kejadian itu kepada Aisyah. Ayahnya membisikkan bertia kematianya, itulah yang menyebabkan Fatima menangis, tapi waktu Nabi mengatakan bahwa Fatima-lah orang pertama yang akan berkumpul dengannya di alam baka, maka fatima menjadi bahagia.
Tidak lama setelah Nabi wafat, Fatima meninggal dunia, dalam tahun itu juga, eman bulan setelah nabi wafat. Waktu itu Fatima berumur 28 tahun dan dimakamkan oleh Ali di Jaat ul Baqih (Medina), diantar dengan dukacita masyarakat luas.
Fatima telah menjadi simbol segala yang suci dalam diri wanita, dan pada konsepsi manusa yang paling mulia. Nabi sendiri menyatakan bahwa Fatima akan menjadi "Ratu segenap wanita yang berada di Surga."
Jumat, 13 November 2009
Kisah sang Pejuang cinta
In The Name Of Allah, Most Gracious, Most Merciful..
Ali Bin Abi talib waktu itu ingin melamar Fatimah, putri nabi Muhammad SAW. Tapi karena dia tidak punya uang untuk membeli mahar, maka ia membatalkan niat itu. Ali segera berhijrah untuk bekerja dan mengumpulkan uang. Pada saat Ali sedang bekerja keras, ia mendengar kabar kalau Abu Bakar ternyata melamar Fatimah. Wah, gimana coba perasaan Ali, wanita yang sudah dia incer dilamar oleh seseorang yang ilmu agama nya lebih hebat dari dia. Kata Ali “Yaah, sudah keduluan, hiks..Sad”. Tapi Ali tetap bekerja dengan giat.
Lalu setelah beberapa lama Ali mendengar kabar kalau lamaran Abu Bakar kepada Fatimah ditolak. Ali kaget dan sedikit bergembira tentunya, hehee, kata Ali “waah, saya masih punya kesempatan nih, cihuy..”. Setelah mendengar kabar itu, Ali bekerja lebih giat lagi agar cepat mengumpulkan uang dan segera melamar Fatimah. Tapi tak lama setelah itu, Ali mendengar kabar kalo Umar Bin Khotob melamar Fatimah. Wah, sekali lagi Ali keduluan orang lain, gimana coba perasaanya? Langsung ciut.. Tapi ga berapa lama Ali mendengar kalau lamaran Umar bin Khotob ditolak. Wahaha, betapa senangnya Ali, mendengar kabar itu.
Tapi tak lama kesenangan itu kembali pudar Karena terdengar kabar lagi, ternyata Usman bin Affan melamar Fatimah. Huff, ini sudah yang ketiga kalinya, kata Ali “mungkin kali ini diterima. Coba Usman ga melamar Fatimah secepat ini, InsyaAllah ga lama lagi saya akan melamar Fatimah, tapi yasudahlah, apa mau dikata, dikata mau apa? Apa dikata mau?Surrender sudah keduluan,..”
Dan sekali lagi, ga berapa lama dari itu, kabar ditolaknya lamaran Usman bin Affan pun terdengar lagi, Wahaha, betapa bahagianya Ali. Semangat Ali untuk melamar Fatimah pun berkobar lagi, dan semangat itu didukung oleh teman2 Ali. Kata teman nya “Ayo Ali, lamar Fatimah sekarang, tunggu apa lagi?? kamu kan sudah bekerja keras selama ini, kamu juga sudah mengumpulkan harta dan cukup untuk membeli mahar. Ayooo, tunggu apa lagi??? Tunggu yang ke4 kalinya??? Ayo cepeeett!!!”
Dengan segera Ali memeberanikan diri untuk menghadap ke Nabi Muhammad dengan tujuan melamar Fatimah, dan kalian tau??? LAMARAN DITERIMA!!!
Oya, tambahan : ternyata memang dari dulu Fatimah sudah mempunyai perasaan dengan Ali dan menunggu Ali untuk melamarnya. Begitu juga dengan Ali, dari dulu dia juga sudah mempunyai perasaan dengan Fatimah,. Tapi mereka berdua sabar menyembunyikan perasaan itu sampai saat nya tiba, sampai saatnya ijab Kabul disahkan (jieeee). Wah..wah.. mereka hebat yaaa (harus kita contoh, teman-teman). Walaupun Ali sudah merasakan kekecewaan 3 kali keduluan orang lain, akhirnya kekecewaan itu terbayar juga.
Yup, sekali lagi, kata-kata ini pasti akan muncul dalam benak anda >>> “Jodoh memang tidak kemana”
Naah, dari cerita itu, lebih memperjelas lagi kan bahwa “Cinta itu, mengambil kesempatan , atau mempersilakan yang lain”
Saran saya, gunakanlah motto ini dalam kehidupan anda, hehee, biar ga keduluan orang lain, kan EMAN..(baca: kan SAYAAANG)
Alhamdulillah..
Ali Bin Abi talib waktu itu ingin melamar Fatimah, putri nabi Muhammad SAW. Tapi karena dia tidak punya uang untuk membeli mahar, maka ia membatalkan niat itu. Ali segera berhijrah untuk bekerja dan mengumpulkan uang. Pada saat Ali sedang bekerja keras, ia mendengar kabar kalau Abu Bakar ternyata melamar Fatimah. Wah, gimana coba perasaan Ali, wanita yang sudah dia incer dilamar oleh seseorang yang ilmu agama nya lebih hebat dari dia. Kata Ali “Yaah, sudah keduluan, hiks..Sad”. Tapi Ali tetap bekerja dengan giat.
Lalu setelah beberapa lama Ali mendengar kabar kalau lamaran Abu Bakar kepada Fatimah ditolak. Ali kaget dan sedikit bergembira tentunya, hehee, kata Ali “waah, saya masih punya kesempatan nih, cihuy..”. Setelah mendengar kabar itu, Ali bekerja lebih giat lagi agar cepat mengumpulkan uang dan segera melamar Fatimah. Tapi tak lama setelah itu, Ali mendengar kabar kalo Umar Bin Khotob melamar Fatimah. Wah, sekali lagi Ali keduluan orang lain, gimana coba perasaanya? Langsung ciut.. Tapi ga berapa lama Ali mendengar kalau lamaran Umar bin Khotob ditolak. Wahaha, betapa senangnya Ali, mendengar kabar itu.
Tapi tak lama kesenangan itu kembali pudar Karena terdengar kabar lagi, ternyata Usman bin Affan melamar Fatimah. Huff, ini sudah yang ketiga kalinya, kata Ali “mungkin kali ini diterima. Coba Usman ga melamar Fatimah secepat ini, InsyaAllah ga lama lagi saya akan melamar Fatimah, tapi yasudahlah, apa mau dikata, dikata mau apa? Apa dikata mau?Surrender sudah keduluan,..”
Dan sekali lagi, ga berapa lama dari itu, kabar ditolaknya lamaran Usman bin Affan pun terdengar lagi, Wahaha, betapa bahagianya Ali. Semangat Ali untuk melamar Fatimah pun berkobar lagi, dan semangat itu didukung oleh teman2 Ali. Kata teman nya “Ayo Ali, lamar Fatimah sekarang, tunggu apa lagi?? kamu kan sudah bekerja keras selama ini, kamu juga sudah mengumpulkan harta dan cukup untuk membeli mahar. Ayooo, tunggu apa lagi??? Tunggu yang ke4 kalinya??? Ayo cepeeett!!!”
Dengan segera Ali memeberanikan diri untuk menghadap ke Nabi Muhammad dengan tujuan melamar Fatimah, dan kalian tau??? LAMARAN DITERIMA!!!
Oya, tambahan : ternyata memang dari dulu Fatimah sudah mempunyai perasaan dengan Ali dan menunggu Ali untuk melamarnya. Begitu juga dengan Ali, dari dulu dia juga sudah mempunyai perasaan dengan Fatimah,. Tapi mereka berdua sabar menyembunyikan perasaan itu sampai saat nya tiba, sampai saatnya ijab Kabul disahkan (jieeee). Wah..wah.. mereka hebat yaaa (harus kita contoh, teman-teman). Walaupun Ali sudah merasakan kekecewaan 3 kali keduluan orang lain, akhirnya kekecewaan itu terbayar juga.
Yup, sekali lagi, kata-kata ini pasti akan muncul dalam benak anda >>> “Jodoh memang tidak kemana”
Naah, dari cerita itu, lebih memperjelas lagi kan bahwa “Cinta itu, mengambil kesempatan , atau mempersilakan yang lain”
Saran saya, gunakanlah motto ini dalam kehidupan anda, hehee, biar ga keduluan orang lain, kan EMAN..(baca: kan SAYAAANG)
Alhamdulillah..
7 Penyakit Cewek
1. Nangisuitis
Akibat terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut, mata kedip-kedip. Efek sampingnya mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A. Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba).
2. Curhatitis
Bawaannya pengen nyerocos, Efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena Nangisuitis. Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Tuhan.
3. Shooping Syndrome
Gejalanya pengen jalan mulu, mata melotot, Efek sampingnya lidah ngiler, mulut nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4 (parah banget) dompet cowoknya ikut tipis. Coba minum hematcold atau tablet PD (Pengendalian Diri).
4. Cerewetisme
Lebih parah dari Curhatitis B, tidak mengandung titik koma. Efek samping muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus. Lebih cepat makan pil dengar dan minum tablet bicara lebih diperlambat.
5. Lamanian Dandanitos
Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel pengen pegang sisir, tangan kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak. Efek samping: menor, telat, cowoknya berkarat, gak kebagian makanan. Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri). Buat cowok minum Toleransikipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.
6. Cemburunotomy
Gejala muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik. Coba cegah dengan obat sirup prasangka baik tiga sendok sehari, Pil pengertian dan tablet selidiki dahulu.
7. Ngambekilation
Gejala hampir sama dengan Cemburubotomy. Minum Sabaron dan Bersyukurinis.
Akibat terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut, mata kedip-kedip. Efek sampingnya mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A. Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba).
2. Curhatitis
Bawaannya pengen nyerocos, Efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena Nangisuitis. Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Tuhan.
3. Shooping Syndrome
Gejalanya pengen jalan mulu, mata melotot, Efek sampingnya lidah ngiler, mulut nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4 (parah banget) dompet cowoknya ikut tipis. Coba minum hematcold atau tablet PD (Pengendalian Diri).
4. Cerewetisme
Lebih parah dari Curhatitis B, tidak mengandung titik koma. Efek samping muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus. Lebih cepat makan pil dengar dan minum tablet bicara lebih diperlambat.
5. Lamanian Dandanitos
Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel pengen pegang sisir, tangan kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak. Efek samping: menor, telat, cowoknya berkarat, gak kebagian makanan. Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri). Buat cowok minum Toleransikipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.
6. Cemburunotomy
Gejala muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik. Coba cegah dengan obat sirup prasangka baik tiga sendok sehari, Pil pengertian dan tablet selidiki dahulu.
7. Ngambekilation
Gejala hampir sama dengan Cemburubotomy. Minum Sabaron dan Bersyukurinis.
Si shaleh dan Si Shalehah
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji,laki-laki yang keji untuk wanita yang keji pula.wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik,dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula..” Allah telah berfirman dengan jelas dalam An-Nur 26 seperti ini.Itu berarti formula untuk mendapatkan pasangan hidup telah pula ditegaskan.Dulu..saya berpikir lantas apakah wanita yang tidak baik tidak berhak mendapat laki-laki yang baik? atau sebaliknya?.. Firman Allah memang tidak bisa ditelan mentah-mentah,tetapi jika kita renungkan kembali,semua yang difirmankan Allah adalah benar adanya dan pasti bermanfaat untuk kebaikan manusia.
Banyak sekali laki-laki berkata:”aku ingin mendapat istri yang sholehah” akan tetapi ia sendiri tidak melihat dirinya masih berperilaku layaknya playboy,gonta-ganti pacar,pegang-pegang wanita yang bukan muhrimnya,cipika-cipiki sana sini,sholat sering ditinggalkan,mendengar adzan diabaikan. Lantas bagaimana ia akan mendapat wanita yang sholehah sedang dirinya sendiri tidak sholeh?
Demikian pula wanita berharap:”aku ingin mendapat suami yang sholeh” akan tetapi ia masih mengenakan rok mini di atas lutut,atasan tank top,aurat terbuka kemana-mana,gampang sekali digandeng oleh laki-laki walaupun dengan alasan klise hanya sebagai teman. Lisannya berkata:”aku punya harga diri” tapi dimana?.. Bagaimana akan ada laki-laki yang sholeh mau memilihnya menjadi istrinya? sementara setiap saat ia terlihat bergantian laki-laki yang bersamanya. Apakah ada laki-laki sholeh yang mau memiliki istri seperti ini?
Ketika seorang laki-laki yang sholeh memilih seorang istri,tentunya ia berharap bahwa istrinya akan menutup aurat,menurut perintah suami, membatasi pergaulan tidak terlalu bebas pergi-pergi dengan laki-laki lain,bisa menerima penghasilan suami dengan ikhlas,melahirkan dan menyusui anak-anaknya,merawat dan mendidik anak-anaknya,memasak untuk suami,dll seabrek tugas wanita di rumah. Akan tetapi jika si wanita takut bodinya berubah karena melahirkan,takut tangannya kasar karena memasak,takut tidak bebas jalan bersama kawan-kawan lakinya.Maka wanita ini belum bisa mendapat suami yang sholeh,karena sebenarnya dirinya sendiri belum siap menjadi sholehah.
Jika hal seperti ini dipaksakan,misal salah satu pihak belum siap dengan konsekwensi menjadi istri yang sholehah/suami yang sholeh,maka ujung-ujungnya adalah perceraian,nautzubillah.Karena itu perbaiki dulu diri kita,jika telah sepadan..( dalam arti usaha untuk menjadi wanita yang sholehah atau laki-laki yang sholeh) maka insyaAllah Allah tidak akan tinggal diam.
Dia Maha Melihat, Dia Tidak Tidur,Dia Maha Penerima Taubat,yang mengetahui usaha hambanya untuk menjadi lebih baik,memperbaiki diri.
Islam adalah agama yang indah,mengatur segala sesuatu untuk kemaslahatan manusia.Jika ini diterapkan akan terwujud kebahagian yang dijanjikan Allah.Tapi sayang banyak orang islam yang tidak memahami,atau mungkin faham tapi mencoba menutup mata karena lebih memperturutkan kemajuan zaman dan nafsu diri.
Biqudrotika ya Ghoffurur Rahim..
Engkau telah tentukan petunjuk untuk kebahagian kami
Ampunilah jika diri kami masih lebih condong kepada nafs
Berilah kami syafaatmu dan kemudahan mengendalikan diri agar kami bisa termasuk laki-laki yang sholeh/wanita yang sholehah.
Amin..
Banyak sekali laki-laki berkata:”aku ingin mendapat istri yang sholehah” akan tetapi ia sendiri tidak melihat dirinya masih berperilaku layaknya playboy,gonta-ganti pacar,pegang-pegang wanita yang bukan muhrimnya,cipika-cipiki sana sini,sholat sering ditinggalkan,mendengar adzan diabaikan. Lantas bagaimana ia akan mendapat wanita yang sholehah sedang dirinya sendiri tidak sholeh?
Demikian pula wanita berharap:”aku ingin mendapat suami yang sholeh” akan tetapi ia masih mengenakan rok mini di atas lutut,atasan tank top,aurat terbuka kemana-mana,gampang sekali digandeng oleh laki-laki walaupun dengan alasan klise hanya sebagai teman. Lisannya berkata:”aku punya harga diri” tapi dimana?.. Bagaimana akan ada laki-laki yang sholeh mau memilihnya menjadi istrinya? sementara setiap saat ia terlihat bergantian laki-laki yang bersamanya. Apakah ada laki-laki sholeh yang mau memiliki istri seperti ini?
Ketika seorang laki-laki yang sholeh memilih seorang istri,tentunya ia berharap bahwa istrinya akan menutup aurat,menurut perintah suami, membatasi pergaulan tidak terlalu bebas pergi-pergi dengan laki-laki lain,bisa menerima penghasilan suami dengan ikhlas,melahirkan dan menyusui anak-anaknya,merawat dan mendidik anak-anaknya,memasak untuk suami,dll seabrek tugas wanita di rumah. Akan tetapi jika si wanita takut bodinya berubah karena melahirkan,takut tangannya kasar karena memasak,takut tidak bebas jalan bersama kawan-kawan lakinya.Maka wanita ini belum bisa mendapat suami yang sholeh,karena sebenarnya dirinya sendiri belum siap menjadi sholehah.
Jika hal seperti ini dipaksakan,misal salah satu pihak belum siap dengan konsekwensi menjadi istri yang sholehah/suami yang sholeh,maka ujung-ujungnya adalah perceraian,nautzubillah.Ka
Dia Maha Melihat, Dia Tidak Tidur,Dia Maha Penerima Taubat,yang mengetahui usaha hambanya untuk menjadi lebih baik,memperbaiki diri.
Islam adalah agama yang indah,mengatur segala sesuatu untuk kemaslahatan manusia.Jika ini diterapkan akan terwujud kebahagian yang dijanjikan Allah.Tapi sayang banyak orang islam yang tidak memahami,atau mungkin faham tapi mencoba menutup mata karena lebih memperturutkan kemajuan zaman dan nafsu diri.
Biqudrotika ya Ghoffurur Rahim..
Engkau telah tentukan petunjuk untuk kebahagian kami
Ampunilah jika diri kami masih lebih condong kepada nafs
Berilah kami syafaatmu dan kemudahan mengendalikan diri agar kami bisa termasuk laki-laki yang sholeh/wanita yang sholehah.
Amin..
Asal-Usul Wanita Cerewet
Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun sama.
Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar
bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan
kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki
itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel,
marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar.
Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar
diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki
itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.
Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun
lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya
mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?
Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?
1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.
2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang
sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.
3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu.
4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.
5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.
Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.
Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya
Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar
bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan
kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki
itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel,
marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar.
Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar
diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki
itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.
Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun
lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya
mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?
Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?
1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.
2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang
sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.
3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu.
4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.
5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.
Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.
Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya
Psikolog cowok N cewek
Psikologi Suami Istri, Memahami Karakter Dasar Pria dan Wanita
Awal Ramadhan lalu saya sempatkan untuk membaca buku Psikologi Suami Istri milik teman saya. Sudah dua-tiga bulan berada di tangan saya, namun hal lain lebih menyita perhatian saya dari buku itu. Karena buku 700 halaman itu lumayan memakan tempat di rak buku, saya harus segera mengembalikannya, dengan konsekuensi membacanya terlebih dahulu. Rasanya sayang jika ada ilmu dan pengetahuan baru untuk saya lewatkan begitu saja.
Sedikit mengikhtisarkan isi buku tersebut, karena memang tidak bisa di sebut resensi. Seratus halaman pertama saya baca dengan susah payah, karena saya teramat jenuh dan bosan membaca pembahasan yang bagi saya berulang-ulang dan bertele-tele. Memang ada beberapa tipe penulis yang seperti itu. Namun memang bukan salah si penulis, karena memang kadang saya merasa memiliki energi lebih untuk memikirkan atau melakukan sesuatu sehingga sering irama saya tidak sama dengan orang lain, dengan penulis buku yang saya baca atau dengan partner aktivitas. Hal ini kadang menjadi sumber kejengkelan saya karena menuduh orang lain terlalu lambat dan sebagainya. Begitu juga untuk selera musik, meski bisa menikmati lagu-lagu melow, saya lebih sering mendengarkan musik dengan beat cepat, diiringi dentum drum yang dinamis dan atraktif, lengkap dengan bass dan suara pelengkap lain dari mixer dan turn table. Lagu jedug-jedug lah… Seorang sahabat sampai berkata, “Tolong kopikan lagu ya, mana aja yang kamu nggak suka,” karena dia lebih menyukai lagu-lagu berirama lembut.
Kembali ke irama buku, akhirnya saya memutuskan untuk membaca cepat. Baru sekali ini saya lakukan karena terkadang dalam buku-buku yang membosankan pun terselip sesuatu yang penting dan sangat mungkin untuk terlewat jika saya membaca cepat. Apa daya, banyak buku dan artikel lain yang juga menunggu untuk saya baca. Buku ini sedikit lebih komplit dari pada Men Are From Mars, Women Are From Venus yang juga pernah saya baca. Pelajaran pertama yang saya dapat, wanita menebarkan cinta, kedamaian, kebahagiaan dan kasih sayang saat berada di luar rumah dan mengistirahatkan pikiran dengan banyak berbicara saat di rumah. Saat berbicara wanita sering menggunakan prolog kesana-kemari yang bagi pria tidak ada hubungannya dengan persoalan inti.
Sementar saat keluar dari rumah, pria berada pada dunia perang dan persaingan yang menempatkan dia pada dua pilihan; di atas atau di bawah, menguasai atau dikuasai. Saat kembali ke rumah, energinya telah banyak habis sehingga dia memilih banyak menghabiskan waktu untuk diam dan aktifitas ringan seperti membaca koran dan menonton televisi. Bagaimana jika makhluk ini tinggal dalam satu atap? Bayangkan saja sendiri. Sering sekali kita mendengar keluhan seorang suami, “istriku cerewet sekali,” padahal orang-orang melihat sang istri tampak pendiam sepanjang bersama mereka.
Pelajaran kedua, dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup, seorang wanita membutuhkan sebuah pengungkapan sebagai muara. Ada rasa mengganjal yang mengganggu jika semua hal dia simpan sendiri. Saat berumah tangga, mungkin dia akan banyak berbicara yang terdengar sebagai keluhan, tuduhan atau ketidak percayaan di telinga pria, yang tidak lain adalah suaminya. “Mas, sudah beberapa bulan ini kita selalu kekurangan uang belanja,” yang terdengar ditelinga suaminya, “kamu tidak bertanggung jawab terhadap keadaan keluargamu.”
“Jangan lupa, akhir pekan kita ke rumah ibu. Aku sudah menyiapkan bahan untuk memasak semur jengkol kesukaannya,” lanjut wanita itu yang tertangkap sebagai, “kamu selalu melupakan agenda yang sudah kita buat.” Seorang pria biasa berkata pendek, lugas dan sesuai inti masalah serta memiliki jalan pikiran yang berbeda dari wanita. Mereka hampir selalu menangkap kalimat istrinya sebagai sesuatu yang lain. Pada awalnya mungkin dia akan menjawab, “Tenanglah, semua akan baik-baik saja.” Rasa tanggung jawab memberinya ide untuk kalimat semacam itu, sambil memikirkan bagaimana jalan pemecahannya.
Pria dan wanita dibesarkan dalam dunia yang berbeda. Sejak kecil wanita terbiasa dan menyukai permainan sosial seperti pasar-pasaran, mini-minian (apa itu namanya ya, standing character kecil dari kertas karton yang menyertakan banyak model baju dan gambar peralatan rumah) dan sebagainya. Sementara pria menyukai permainan kelompok atau persaingan dimana terdapat pemimpin dan anak buah, pemenang dan pecundang. Dengan hanya mengungkapkan, wanita akan merasa separuh masalah telah selesai. Komentar atau masukan dari seorang pria kebanyakan malah akan mengganggunya, karena bukan tanggapan seperti itu yang dia inginkan.
Di lain pihak, pria juga merasa terganggu karena saat istirahatnya terusik oleh seorang istri yang menuntut perhatiannya. Sementara itu, dalam menyelesaikan persoalan keluarga pria banyak berpikir dan bekerja sendiri. Di matanya, dia adalah seorang pemimpin dan hero bagi keluarganya. Selayaknya jika permasalahan itu dia selesaikan sendiri dan menghindarkannya dari campur tangan orang lain. Hal ini malah membuat pria terkesan sibuk sendiri dan tidak peduli di mata wanita. *saya bingung untuk menuliskan ini agar menjadi lebih mudah dimengerti. bacanya pelan-pelan ya*
Setelah sekian lama berumah tangga, mungkin satu-dua bulan atau beberapa bulan, seorang pria akan merasa jenuh ketika setiap hari, tujuh hari seminggu selalu bersama dengan seseorang yang membersamai hidupnya. Inilah masa untuk bertapa atau masuk kedalam goa, begitu beberapa pakar menyebut. Saat-saat ini suami membutuhkan sebuah kesendirian untuk memperbaharui perasaannya, bahkan dia akan merasa terusik dengan kehadiran seseorang yang dia cintai. Istri yang tidak mengerti akan merasa heran dengan perubahan sang suami, “Apakah dia sudah tidak mencintaiku lagi?” Oh my God!
Saat “kembali” suami telah memiliki energi dan kasih sayang baru untuk dicurahkan. Dia mendambakan kembali kedekatan seperti semula, atau bahkan lebih. Sayangnya, wanita itu masih terluka dengan sikap menghindar suaminya sehingga dia malah menjauh. Silahkan tebak bagaimana kelanjutan ceritanya. Saat bertapa ini akan selalu muncul dan memiliki irama waktu tersendiri. Istripun memiliki masa dimana dia akan surut, seperti gelombang di lautan, dan akan kembali seperti semula pada saatnya. Begitu penulis mengumpamakan seorang wanita. Sementara masa bertapa pria membuat karakternya seperti karet. Jika ditarik akan memanjang, menjauh sampai pada batasnya tidak dapat ditarik lagi. Kemudian akan kembali dengan cepat saat dilepas. Terlalu mengikat dan posesif memang bukan sebuah ungkapan cinta yang tepat. Kedua belah pihak, pasti masih ingin menjadi dirinya sendiri. Karena itu, Antum salah memilih pasangan jika menginginkan dia untuk berubah. Ini pelajaran ketiga yang saya dapat.
Pelajaran keempat, bagaimana cara meminta tolong yang tepat? Kebanyakan lebih kepada istri yang meminta tolong kepada suaminya. Mayoritas, seorang istri menjadi pekerja penuh cinta dirumahnya sendiri selama nyaris 24 jam. Mengurus anak, memasak, membersihkan rumah dan lainnya yang membuatnya seperti kehilangan waktu. Kadangkala, dia membutuhkan bantuan suami untuk pekerjaan-pekerjaan yang terkesan sepele. “Sayang, bisakah kau pindahkan sampah di teras ke bak depan?” (ciehh…), suara seorang perempuan dari arah dapur. Sang suami yang sedang mengerjakan sesuatu, tapi tidak mendesak, menyahut, “Ya…”. Sampai satu jam kemudian sampah itu belum berpindah tempat. “Bisakah kau jemput anak-anak dua jam lagi?” pinta seorang istri di ujung telepon. Dengan penuh rasa dongkol, dalam hati mungkin suami akan menjawab, “Tidak bisa!” meski dia tidak memiliki kesibukan apapun. Para suami mungkin bisa membantu menjawab kenapa begitu?
Dalam buku disebutkan, pria membutuhkan rasa penghormatan, penghargaan, perasaan dibutuhkan… (apalagi ya?). Kata “bisakah” seolah melibas sebagian dari kebutuhan pria tersebut. Seakan selama ini rpia tidak peduli dengan urusan keluarganya segingga kalimat bernada sangsi itu muncul. Seolah-olah pria adalah makhluk lemah yang patut diragukan atau bahkan tidak bisa melakukan sesuatu seperti membuang sampah dan menjemput anak-anak. Permintaan bantuan dengan nada perintah juga tidak akan berhasil, karena menempatkan pria secara inferior. Cara terbaik yang diusulkan, misalnya “Abi, tolong ambilkan buku resep di rak ya….” (cuit.. cuiiit !!!) Saya jadi ingat, orang-orang barat yang baik membiasakan untuk mengucapkan, “Please, Sorry, and Thanks” dalam mendidik anak-anaknya yang masih kecil.
Dalam buku juga dibahas perbedaan psikologi yang berhubungan dengan masalah seksual. Menurut saya bagus untuk dibaca, menjadi pelajaran kelima, namun tidak akan saya sampaikan disini. Mohon maaf jika saat Antum membaca buku tersebut, ternyata ada perbedaan dari yang saya sampaikan. Karena saat menulis ini buku itu sudah saya kembalikan ke pemiliknya.:)
Awal Ramadhan lalu saya sempatkan untuk membaca buku Psikologi Suami Istri milik teman saya. Sudah dua-tiga bulan berada di tangan saya, namun hal lain lebih menyita perhatian saya dari buku itu. Karena buku 700 halaman itu lumayan memakan tempat di rak buku, saya harus segera mengembalikannya, dengan konsekuensi membacanya terlebih dahulu. Rasanya sayang jika ada ilmu dan pengetahuan baru untuk saya lewatkan begitu saja.
Sedikit mengikhtisarkan isi buku tersebut, karena memang tidak bisa di sebut resensi. Seratus halaman pertama saya baca dengan susah payah, karena saya teramat jenuh dan bosan membaca pembahasan yang bagi saya berulang-ulang dan bertele-tele. Memang ada beberapa tipe penulis yang seperti itu. Namun memang bukan salah si penulis, karena memang kadang saya merasa memiliki energi lebih untuk memikirkan atau melakukan sesuatu sehingga sering irama saya tidak sama dengan orang lain, dengan penulis buku yang saya baca atau dengan partner aktivitas. Hal ini kadang menjadi sumber kejengkelan saya karena menuduh orang lain terlalu lambat dan sebagainya. Begitu juga untuk selera musik, meski bisa menikmati lagu-lagu melow, saya lebih sering mendengarkan musik dengan beat cepat, diiringi dentum drum yang dinamis dan atraktif, lengkap dengan bass dan suara pelengkap lain dari mixer dan turn table. Lagu jedug-jedug lah… Seorang sahabat sampai berkata, “Tolong kopikan lagu ya, mana aja yang kamu nggak suka,” karena dia lebih menyukai lagu-lagu berirama lembut.
Kembali ke irama buku, akhirnya saya memutuskan untuk membaca cepat. Baru sekali ini saya lakukan karena terkadang dalam buku-buku yang membosankan pun terselip sesuatu yang penting dan sangat mungkin untuk terlewat jika saya membaca cepat. Apa daya, banyak buku dan artikel lain yang juga menunggu untuk saya baca. Buku ini sedikit lebih komplit dari pada Men Are From Mars, Women Are From Venus yang juga pernah saya baca. Pelajaran pertama yang saya dapat, wanita menebarkan cinta, kedamaian, kebahagiaan dan kasih sayang saat berada di luar rumah dan mengistirahatkan pikiran dengan banyak berbicara saat di rumah. Saat berbicara wanita sering menggunakan prolog kesana-kemari yang bagi pria tidak ada hubungannya dengan persoalan inti.
Sementar saat keluar dari rumah, pria berada pada dunia perang dan persaingan yang menempatkan dia pada dua pilihan; di atas atau di bawah, menguasai atau dikuasai. Saat kembali ke rumah, energinya telah banyak habis sehingga dia memilih banyak menghabiskan waktu untuk diam dan aktifitas ringan seperti membaca koran dan menonton televisi. Bagaimana jika makhluk ini tinggal dalam satu atap? Bayangkan saja sendiri. Sering sekali kita mendengar keluhan seorang suami, “istriku cerewet sekali,” padahal orang-orang melihat sang istri tampak pendiam sepanjang bersama mereka.
Pelajaran kedua, dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup, seorang wanita membutuhkan sebuah pengungkapan sebagai muara. Ada rasa mengganjal yang mengganggu jika semua hal dia simpan sendiri. Saat berumah tangga, mungkin dia akan banyak berbicara yang terdengar sebagai keluhan, tuduhan atau ketidak percayaan di telinga pria, yang tidak lain adalah suaminya. “Mas, sudah beberapa bulan ini kita selalu kekurangan uang belanja,” yang terdengar ditelinga suaminya, “kamu tidak bertanggung jawab terhadap keadaan keluargamu.”
“Jangan lupa, akhir pekan kita ke rumah ibu. Aku sudah menyiapkan bahan untuk memasak semur jengkol kesukaannya,” lanjut wanita itu yang tertangkap sebagai, “kamu selalu melupakan agenda yang sudah kita buat.” Seorang pria biasa berkata pendek, lugas dan sesuai inti masalah serta memiliki jalan pikiran yang berbeda dari wanita. Mereka hampir selalu menangkap kalimat istrinya sebagai sesuatu yang lain. Pada awalnya mungkin dia akan menjawab, “Tenanglah, semua akan baik-baik saja.” Rasa tanggung jawab memberinya ide untuk kalimat semacam itu, sambil memikirkan bagaimana jalan pemecahannya.
Pria dan wanita dibesarkan dalam dunia yang berbeda. Sejak kecil wanita terbiasa dan menyukai permainan sosial seperti pasar-pasaran, mini-minian (apa itu namanya ya, standing character kecil dari kertas karton yang menyertakan banyak model baju dan gambar peralatan rumah) dan sebagainya. Sementara pria menyukai permainan kelompok atau persaingan dimana terdapat pemimpin dan anak buah, pemenang dan pecundang. Dengan hanya mengungkapkan, wanita akan merasa separuh masalah telah selesai. Komentar atau masukan dari seorang pria kebanyakan malah akan mengganggunya, karena bukan tanggapan seperti itu yang dia inginkan.
Di lain pihak, pria juga merasa terganggu karena saat istirahatnya terusik oleh seorang istri yang menuntut perhatiannya. Sementara itu, dalam menyelesaikan persoalan keluarga pria banyak berpikir dan bekerja sendiri. Di matanya, dia adalah seorang pemimpin dan hero bagi keluarganya. Selayaknya jika permasalahan itu dia selesaikan sendiri dan menghindarkannya dari campur tangan orang lain. Hal ini malah membuat pria terkesan sibuk sendiri dan tidak peduli di mata wanita. *saya bingung untuk menuliskan ini agar menjadi lebih mudah dimengerti. bacanya pelan-pelan ya*
Setelah sekian lama berumah tangga, mungkin satu-dua bulan atau beberapa bulan, seorang pria akan merasa jenuh ketika setiap hari, tujuh hari seminggu selalu bersama dengan seseorang yang membersamai hidupnya. Inilah masa untuk bertapa atau masuk kedalam goa, begitu beberapa pakar menyebut. Saat-saat ini suami membutuhkan sebuah kesendirian untuk memperbaharui perasaannya, bahkan dia akan merasa terusik dengan kehadiran seseorang yang dia cintai. Istri yang tidak mengerti akan merasa heran dengan perubahan sang suami, “Apakah dia sudah tidak mencintaiku lagi?” Oh my God!
Saat “kembali” suami telah memiliki energi dan kasih sayang baru untuk dicurahkan. Dia mendambakan kembali kedekatan seperti semula, atau bahkan lebih. Sayangnya, wanita itu masih terluka dengan sikap menghindar suaminya sehingga dia malah menjauh. Silahkan tebak bagaimana kelanjutan ceritanya. Saat bertapa ini akan selalu muncul dan memiliki irama waktu tersendiri. Istripun memiliki masa dimana dia akan surut, seperti gelombang di lautan, dan akan kembali seperti semula pada saatnya. Begitu penulis mengumpamakan seorang wanita. Sementara masa bertapa pria membuat karakternya seperti karet. Jika ditarik akan memanjang, menjauh sampai pada batasnya tidak dapat ditarik lagi. Kemudian akan kembali dengan cepat saat dilepas. Terlalu mengikat dan posesif memang bukan sebuah ungkapan cinta yang tepat. Kedua belah pihak, pasti masih ingin menjadi dirinya sendiri. Karena itu, Antum salah memilih pasangan jika menginginkan dia untuk berubah. Ini pelajaran ketiga yang saya dapat.
Pelajaran keempat, bagaimana cara meminta tolong yang tepat? Kebanyakan lebih kepada istri yang meminta tolong kepada suaminya. Mayoritas, seorang istri menjadi pekerja penuh cinta dirumahnya sendiri selama nyaris 24 jam. Mengurus anak, memasak, membersihkan rumah dan lainnya yang membuatnya seperti kehilangan waktu. Kadangkala, dia membutuhkan bantuan suami untuk pekerjaan-pekerjaan yang terkesan sepele. “Sayang, bisakah kau pindahkan sampah di teras ke bak depan?” (ciehh…), suara seorang perempuan dari arah dapur. Sang suami yang sedang mengerjakan sesuatu, tapi tidak mendesak, menyahut, “Ya…”. Sampai satu jam kemudian sampah itu belum berpindah tempat. “Bisakah kau jemput anak-anak dua jam lagi?” pinta seorang istri di ujung telepon. Dengan penuh rasa dongkol, dalam hati mungkin suami akan menjawab, “Tidak bisa!” meski dia tidak memiliki kesibukan apapun. Para suami mungkin bisa membantu menjawab kenapa begitu?
Dalam buku disebutkan, pria membutuhkan rasa penghormatan, penghargaan, perasaan dibutuhkan… (apalagi ya?). Kata “bisakah” seolah melibas sebagian dari kebutuhan pria tersebut. Seakan selama ini rpia tidak peduli dengan urusan keluarganya segingga kalimat bernada sangsi itu muncul. Seolah-olah pria adalah makhluk lemah yang patut diragukan atau bahkan tidak bisa melakukan sesuatu seperti membuang sampah dan menjemput anak-anak. Permintaan bantuan dengan nada perintah juga tidak akan berhasil, karena menempatkan pria secara inferior. Cara terbaik yang diusulkan, misalnya “Abi, tolong ambilkan buku resep di rak ya….” (cuit.. cuiiit !!!) Saya jadi ingat, orang-orang barat yang baik membiasakan untuk mengucapkan, “Please, Sorry, and Thanks” dalam mendidik anak-anaknya yang masih kecil.
Dalam buku juga dibahas perbedaan psikologi yang berhubungan dengan masalah seksual. Menurut saya bagus untuk dibaca, menjadi pelajaran kelima, namun tidak akan saya sampaikan disini. Mohon maaf jika saat Antum membaca buku tersebut, ternyata ada perbedaan dari yang saya sampaikan. Karena saat menulis ini buku itu sudah saya kembalikan ke pemiliknya.:)
Men from Mars, Women from Venus
Psikologi Pria dan Wanita
Well, Udah lama gue bertapa dan gak ngeblog, akhirnya gue mendapat wangsit… hehehehe… gak diiink… gue dapet ilmu yang cukup unik dari buku… Ilmu ini yang mungkin kelihatan sepele, tapi banyak orang yang bingung dan penasaran untuk mengetahuinya. Pada kesempatan ini gue pengen sharing ajah dan hal ini tidak membuat gue menjadi sebagai seorang expert… hanya sebagai orang yang mencoba untuk belajar…
Seperti kita ketahui, men-women relationship itu kadang simpel, kadang bisa kompleks banget… Banyak pria ato wanita yang kadang sebel ato bete gara-gara merasa pasangannya tidak mau ngerti… atau kadang ngerasa bete gara-gara gak ngerti apa keinginan pasangannya…
Anda pasti pernah mendengar anekdot seperti ini : “Jika seorang pria mendengarkan, akan masuk telinga kiri, dan keluar telinga kanan… Jika wanita mendengarkan, akan masuk telinga kiri dan kanan, kemudian keluar lewat mulut…” Well, pada prinsipnya pria dan wanita adalah berbeda.
Untuk belajar tentang pasangan kita (cowok ataupun cewek), mungkin kita bisa berangkat dari perbedaan dasar dari pria dan wanita… sebuah buku menjelaskan bahwa pria dan wanita memiliki perbedaan mendasar secara anatomi yang merembet ke dalam prilaku dan sifat mereka.
Perbedaan pria dan wanita dari anatomi otak
Tahukah anda bahwa sambungan syaraf yang menghubungkan otak kanan dan otak kiri pada wanita jauh lebih banyak dari pria??
Apa dampaknya?? Well, hal ini menyebabkan wanita agak susah memisahkan antara imajinasi, perasaan dengan logika. Sebagai contoh, seorang pria akan lebih mudah memilah-milah apa yang perlu dipikirkan dan apa yang tidak perlu dipikirkan. Seorang pria dapat mengatakan pada dirinya sendiri bahwa saya sudah cukup memikirkan hal ini, sudah waktunya saya memikirkan hal selanjutnya. Seorang pria, saat ingin tidur, dia akan mudah tertidur seperti lampu yang dimatikan. Apakah anda menemui hal seperti ini pada wanita?? Jawabannya sangat jaraaang sekali. Wanita memiliki kecenderungan sebaliknya, cenderung ingin memikirkan segalanya pada waktu yang relatif bersamaan. Wanita bahkan sulit untuk tidur cepat karena tidak bisa meletakkan pikiran mereka secara cepat. Wanita cenderung ingin memikirkan segalanya dan membuat masalah sederhana menjadi sangat kompleks dan bahkan bisa menjadi beban tersendiri. Terkadang wanita tidak menyadari bahwa kompleksitas itu hanya ada di dalam kepalanya dan hal ini adalah akibat dekatnya hubungan otak kanan dan otak kiri sehingga realita logika dan imajinasi, persepsi, asumsi susah dibedakan oleh wanita.
Dampak lain dari keadaan ini adalah bahwa wanita memiliki kesulitan untuk menentukan posisi dia berada dan arah yang akan dituju. Wanita agak kesulitan dalam mengingat jalan dan membaca peta.
Sebagai Ilustrasi :
Jika seorang pria menyetir mobil dengan pasangannya di sampingnya. Saat pria menanyakan jalan di persimpangan, si wanita menjawab “belok kanan!!” dengan mengangkat tangan kanannya dan menunjuk arah kiri. Sang pria yang fokus dengan jalan, sudah tentu akan mengikuti suara yang didengarnya. Hal ini sering berakibat pertengkaran.
Tahukah anda bahwa kemampuan bicara wanita terdapat di otak kanan dan otak kiri, sedang pria hanya ada di otak kiri??
Hahahaha…! Bagi para pria, pasti tau kenapa banyak wanita terkesan cerewet dan bawel yah… Well, memang itulah kenyataannya… Dampak dari keadaan ini, pria membutuhkan untuk berkata-kata hanya 7.000 kata per hari… Sedangkan wanita, harus melampiaskan 20.000 kata per hari… that’s amazing…! Sekarang para pria pasti udah tau kenapa wanita cenderung sering ngerumpi dan ngegossip… tujuannya untuk memenuhi kuota kebutuhannya… hehehe… Seorang wanita yang memiliki banyak kegiatan sosialisasi (arisan, aerobik, de el el) akan lebih sedikit bercerita dengan pasangannya, dibandingkan dengan wanita yang tidak banyak memiliki kegiatan untuk menyalurkan kebutuhannya dalam memenuhi kuota tersebut.
Kebutuhan pria dan wanita
Pria dan wanita dalam menjalin hubungan, masing-masing memiliki kebutuhan dan tuntutan yang berbeda kepada pasangannya. Kebutuhan yang pertama adalah kebutuhan berbagi. Wanita (yang dikatakan berasal dari Venus) memiliki kebutuhan berbagi yang cukup tinggi. Wanita cenderung menceritakan segalanya (ingat tuntutan kuota 20.000 kata/hari??), sedangkan pria (yang dikatakan dari Mars) cenderung menceritakan apa yang memang perlu diceritakan.
Kondisi ini membutuhkan respon yang berbeda antar pria dan wanita. Wanita jika bercerita, cenderung menceritakan segalanya, tujuannya adalah hanya ingin didengarkan.
Sedangkan pria hanya menceritakan apa yang perlu diceritakan, tapi saat pria sudah bercerita, dia akan mengharapkan masukan/feedback. Saat pria tidak mau bercerita, jangan dipaksa untuk bercerita, itu artinya “percayalah, aku ingin mencoba menyelesaikan sendiri masalah ini”.
Sebagai ilustrasi :
Jika anda adalah seorang pria, pasangan anda menceritakan menceritakan bagaimana dia sedang bete gara-gara di rumah ada protes gara-gara masakannya terlalu asin. Jika demikian, janganlah anda sampat mengeluarkan pernyataan “resepnya bener gak??” ato “emang masukin garamnya seberapa banyak??”. Hal ini akan membuat pasangan anda semakin marah sebab merasa diremehkan. Pasangan anda bercerita hanya ingin didengarkan saja, tidak mengharap feedback atau kritik.
Berbeda dengan pria, saat pria bercerita, maka dia akan mengharapkan masukan. Saat pria bercerita dan tidak memperoleh masukan, atau bahkan hanya mendapat omelan, dijamin pria tersebut tidak akan pernah bercerita lagi.
Hal yang memotivasi pria dan wanita
Untuk menjalin hubungan, kita selalu membutuhkan motivasi. Motivasi ini yang akan menjadi semangat seseorang untuk semakin mencintai pasangannya. Tapi hal yang bisa menjadi motivasi bagi pria dan wanita adalah berbeda. Hal yang memotivasi pria untuk semakin mencintai pasangannya adalah “perasaan dibutuhkan”. Sedangkan hal yang memotivasi wanita untuk semakin mencintai pasangannya adalah “perasaan dicintai”. Jika anda ingin pasangan anda semakin mencintai anda, bangkitkanlah suasana atau perasaan yang bisa memotivasinya.
Wanita tidak ingin “perasaan dibutuhkan” sebagai motivasinya, sebab bisa merasa dianggap pembantu dan menjadi marah, so don’t even try this, guys…!
Sebagai Ilustrasi :
Tersebutlah sepasang muda-mudi pacaran bernama Tono dan Tini. Suatu saat, Tini sedang rapat dan pulang sangat malam. Tini menelepon Tono untuk dijemput. Tono bersedia menjemput dengan pertimbangan dia dibutuhkan karena waktunya sudah malam. Saat menjemput, Tono melihat Tini menunggu di luar gedung dengan teman-temannya dan sedang bercanda dengan asiknya. Saat tau Tono datang, Tini segera berpamitan dan pulang dengan Tono. Selama perjalanan, Tini merasa kelelahan dan hanya diam dengan menyandarkan kepala ke bahu Tono. Tono BISA memiliki pikiran “Mengapa Tini sekarang diam, sedangkan tadi demikian gembira dengan teman-temannya??”, ”apakah Tini sedang marah ??” ,”Apakah saya hanya dibutuhkan sebagai ojek??”, pikiran-pikiran ini yang akan menurunkan motivasi Tono dalam mencintai Tini. Jika Tini memang kelelahan, seharusnya Tini tidak merubah sikap secara drastis tanpa mengkomunikasikannya dengan Tono. Tini harus menunjukkan bahwa dia masih membutuhkan Tono. Minimal Tini mengatakan terima kasih dan ma’af jika dia kelelahan dan hanya ingin diam dan bersandar.
Emosi pria dan wanita
Wah… untuk hal ini, kita semua pasti tau bahwa pria kebanyakan memiliki emosi yang cenderung stabil. Di sisi lain, wanita memiliki memiliki emosi yang seperti gelombang laut. Seperti kita ketahui, keadaan laut sangat dipengaruhi oleh kondisi bulan… hehehehe… tau kaaan…
Emosi yang naik-turun seperti gelombang laut ini mencapai puncak saat wanita sedang awal masa menstruasi. Keadaan ini yang membuat banyak pria pusink tujuh keliling.. Well, jika seorang pria mengalami keadaan ini, pilihannya hanya ada 2 : jika merasa kuat, dia bisa mencoba melayani semua keinginan sang wanita. Jika merasa tidak kuat, mungkin bisa meminta ijin untuk tidak bertemu sementara waktu.
Emosi pria yang cenderung stabil, juga bisa membuat wanita gondok. Wanita pada dasarnya selalu bercerita untuk didengarkan. Mendengarkan di sini adalah bahwa pria harus mendengarkan dengan sungguh-sungguh meski tanpa memberikan komentar. Tapi emosi pria yang stabil,kadang membuat ekspresi pria juga stabil (lempeng jugak… . Hal ini akan memberikan kesan bahwa sang pria tidak mendengarkan apa yang diceritakan sang wanita…. Bisa ribut lagi deeeeeh…
Perasaan cinta pria dan wanita
Dari dulu, wanita terkenal dengan cintanya yang tulus dan kesetiaan bagai merpati. Memang benar… Hal ini karena wanita cenderung konstan dalam memiliki dan mengekspresikan cintanya. Wanita kebanyakan ingin bersama terus dengan pasangannya dalam setiap aktivitas. Hal ini berbeda dengan pria. Perasaan cinta pria memiliki karakteristik seperti karet gelang. Pria cenderung membutuhkan kebebasannya untuk menjauh sementara dari sang wanita untuk mendapatkan kembali cintanya… seperti karet gelang yang ditarik, dan dilepaskan. Saat sang pria ingin keluar dari dunia berdua, disimbolkan dengan karet gelang yang diregangkan. Dan saat sudah mendapatkan kebebasannya, dia akan kembali dengan cinta yang lebih segar dan rasa rindu yang baru, kembali ke pangkuan kekasih. Hal ini disimbolkan karet gelang yang sudah diregangkan kemudian dilepaskan dan meloncat kembali ke asalnya. Dalam hal ini, wanita harus pandai-pandai mengelola kebutuhan pria akan kebebasan dan jangan dikekang. Kebebasan bukan berarti kebebasan mutlak, tapi kebebasan yang bertanggung jawab.
Penutup
Itulah sekelumit informasi tentang pria dan wanita. Well, jujur ajah informasi diatas lebih pas digunakan untuk memelihara hubungan pria-wanita yang sudah terjalin. Informasi tersebut tidak cocok untuk kondisi pedekate… Informasi diatas juga mungkin kurang akurat, sebab karakter, sikap, dan sifat manusia (baik pria maupun wanita) sangat bergantung pada keluarga dan lingkungan dimana dia tumbuh. Pada prinsipnya, ada hal-hal yang memang tidak bisa diubah, tapi janganlah hal tersebut selalu dijadikan kambing hitam. Misal, emosi yang impulsif saat menstruasi wanita, janganlah dijadikan senjata untuk membenarkan diri. Kita tetap harus bisa mengendalikannya.
Demikian juga pria yang susah menyimak dan mendengarkan pasangan, janganlah menyalahkan takdir… Kita tetap bisa belajar untuk lebih bisa mendengarkan pasangan. Meski tidak bisa diubah, kita tetap harus bisa mengendalikannya. Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri dan orang hebat adalah orang yang mampu mengalahkan dan mengendalikan diri sendiri.
Judul buku yang luar biasa itu adalah “Men are from Mars, Women are from Venus” (by John Gray) dan “Why Men don’t listen and Women don’t read Maps” (by Allan Pease).. Kenalilah pasangan anda, buka komunikasi, lakukan kompromi, dan saling belajar lah satu sama lain… Semoga hubungan anda harmonis dan langgeng…
Well, Udah lama gue bertapa dan gak ngeblog, akhirnya gue mendapat wangsit… hehehehe… gak diiink… gue dapet ilmu yang cukup unik dari buku… Ilmu ini yang mungkin kelihatan sepele, tapi banyak orang yang bingung dan penasaran untuk mengetahuinya. Pada kesempatan ini gue pengen sharing ajah dan hal ini tidak membuat gue menjadi sebagai seorang expert… hanya sebagai orang yang mencoba untuk belajar…
Seperti kita ketahui, men-women relationship itu kadang simpel, kadang bisa kompleks banget… Banyak pria ato wanita yang kadang sebel ato bete gara-gara merasa pasangannya tidak mau ngerti… atau kadang ngerasa bete gara-gara gak ngerti apa keinginan pasangannya…
Anda pasti pernah mendengar anekdot seperti ini : “Jika seorang pria mendengarkan, akan masuk telinga kiri, dan keluar telinga kanan… Jika wanita mendengarkan, akan masuk telinga kiri dan kanan, kemudian keluar lewat mulut…” Well, pada prinsipnya pria dan wanita adalah berbeda.
Untuk belajar tentang pasangan kita (cowok ataupun cewek), mungkin kita bisa berangkat dari perbedaan dasar dari pria dan wanita… sebuah buku menjelaskan bahwa pria dan wanita memiliki perbedaan mendasar secara anatomi yang merembet ke dalam prilaku dan sifat mereka.
Perbedaan pria dan wanita dari anatomi otak
Tahukah anda bahwa sambungan syaraf yang menghubungkan otak kanan dan otak kiri pada wanita jauh lebih banyak dari pria??
Apa dampaknya?? Well, hal ini menyebabkan wanita agak susah memisahkan antara imajinasi, perasaan dengan logika. Sebagai contoh, seorang pria akan lebih mudah memilah-milah apa yang perlu dipikirkan dan apa yang tidak perlu dipikirkan. Seorang pria dapat mengatakan pada dirinya sendiri bahwa saya sudah cukup memikirkan hal ini, sudah waktunya saya memikirkan hal selanjutnya. Seorang pria, saat ingin tidur, dia akan mudah tertidur seperti lampu yang dimatikan. Apakah anda menemui hal seperti ini pada wanita?? Jawabannya sangat jaraaang sekali. Wanita memiliki kecenderungan sebaliknya, cenderung ingin memikirkan segalanya pada waktu yang relatif bersamaan. Wanita bahkan sulit untuk tidur cepat karena tidak bisa meletakkan pikiran mereka secara cepat. Wanita cenderung ingin memikirkan segalanya dan membuat masalah sederhana menjadi sangat kompleks dan bahkan bisa menjadi beban tersendiri. Terkadang wanita tidak menyadari bahwa kompleksitas itu hanya ada di dalam kepalanya dan hal ini adalah akibat dekatnya hubungan otak kanan dan otak kiri sehingga realita logika dan imajinasi, persepsi, asumsi susah dibedakan oleh wanita.
Dampak lain dari keadaan ini adalah bahwa wanita memiliki kesulitan untuk menentukan posisi dia berada dan arah yang akan dituju. Wanita agak kesulitan dalam mengingat jalan dan membaca peta.
Sebagai Ilustrasi :
Jika seorang pria menyetir mobil dengan pasangannya di sampingnya. Saat pria menanyakan jalan di persimpangan, si wanita menjawab “belok kanan!!” dengan mengangkat tangan kanannya dan menunjuk arah kiri. Sang pria yang fokus dengan jalan, sudah tentu akan mengikuti suara yang didengarnya. Hal ini sering berakibat pertengkaran.
Tahukah anda bahwa kemampuan bicara wanita terdapat di otak kanan dan otak kiri, sedang pria hanya ada di otak kiri??
Hahahaha…! Bagi para pria, pasti tau kenapa banyak wanita terkesan cerewet dan bawel yah… Well, memang itulah kenyataannya… Dampak dari keadaan ini, pria membutuhkan untuk berkata-kata hanya 7.000 kata per hari… Sedangkan wanita, harus melampiaskan 20.000 kata per hari… that’s amazing…! Sekarang para pria pasti udah tau kenapa wanita cenderung sering ngerumpi dan ngegossip… tujuannya untuk memenuhi kuota kebutuhannya… hehehe… Seorang wanita yang memiliki banyak kegiatan sosialisasi (arisan, aerobik, de el el) akan lebih sedikit bercerita dengan pasangannya, dibandingkan dengan wanita yang tidak banyak memiliki kegiatan untuk menyalurkan kebutuhannya dalam memenuhi kuota tersebut.
Kebutuhan pria dan wanita
Pria dan wanita dalam menjalin hubungan, masing-masing memiliki kebutuhan dan tuntutan yang berbeda kepada pasangannya. Kebutuhan yang pertama adalah kebutuhan berbagi. Wanita (yang dikatakan berasal dari Venus) memiliki kebutuhan berbagi yang cukup tinggi. Wanita cenderung menceritakan segalanya (ingat tuntutan kuota 20.000 kata/hari??), sedangkan pria (yang dikatakan dari Mars) cenderung menceritakan apa yang memang perlu diceritakan.
Kondisi ini membutuhkan respon yang berbeda antar pria dan wanita. Wanita jika bercerita, cenderung menceritakan segalanya, tujuannya adalah hanya ingin didengarkan.
Sedangkan pria hanya menceritakan apa yang perlu diceritakan, tapi saat pria sudah bercerita, dia akan mengharapkan masukan/feedback. Saat pria tidak mau bercerita, jangan dipaksa untuk bercerita, itu artinya “percayalah, aku ingin mencoba menyelesaikan sendiri masalah ini”.
Sebagai ilustrasi :
Jika anda adalah seorang pria, pasangan anda menceritakan menceritakan bagaimana dia sedang bete gara-gara di rumah ada protes gara-gara masakannya terlalu asin. Jika demikian, janganlah anda sampat mengeluarkan pernyataan “resepnya bener gak??” ato “emang masukin garamnya seberapa banyak??”. Hal ini akan membuat pasangan anda semakin marah sebab merasa diremehkan. Pasangan anda bercerita hanya ingin didengarkan saja, tidak mengharap feedback atau kritik.
Berbeda dengan pria, saat pria bercerita, maka dia akan mengharapkan masukan. Saat pria bercerita dan tidak memperoleh masukan, atau bahkan hanya mendapat omelan, dijamin pria tersebut tidak akan pernah bercerita lagi.
Hal yang memotivasi pria dan wanita
Untuk menjalin hubungan, kita selalu membutuhkan motivasi. Motivasi ini yang akan menjadi semangat seseorang untuk semakin mencintai pasangannya. Tapi hal yang bisa menjadi motivasi bagi pria dan wanita adalah berbeda. Hal yang memotivasi pria untuk semakin mencintai pasangannya adalah “perasaan dibutuhkan”. Sedangkan hal yang memotivasi wanita untuk semakin mencintai pasangannya adalah “perasaan dicintai”. Jika anda ingin pasangan anda semakin mencintai anda, bangkitkanlah suasana atau perasaan yang bisa memotivasinya.
Wanita tidak ingin “perasaan dibutuhkan” sebagai motivasinya, sebab bisa merasa dianggap pembantu dan menjadi marah, so don’t even try this, guys…!
Sebagai Ilustrasi :
Tersebutlah sepasang muda-mudi pacaran bernama Tono dan Tini. Suatu saat, Tini sedang rapat dan pulang sangat malam. Tini menelepon Tono untuk dijemput. Tono bersedia menjemput dengan pertimbangan dia dibutuhkan karena waktunya sudah malam. Saat menjemput, Tono melihat Tini menunggu di luar gedung dengan teman-temannya dan sedang bercanda dengan asiknya. Saat tau Tono datang, Tini segera berpamitan dan pulang dengan Tono. Selama perjalanan, Tini merasa kelelahan dan hanya diam dengan menyandarkan kepala ke bahu Tono. Tono BISA memiliki pikiran “Mengapa Tini sekarang diam, sedangkan tadi demikian gembira dengan teman-temannya??”, ”apakah Tini sedang marah ??” ,”Apakah saya hanya dibutuhkan sebagai ojek??”, pikiran-pikiran ini yang akan menurunkan motivasi Tono dalam mencintai Tini. Jika Tini memang kelelahan, seharusnya Tini tidak merubah sikap secara drastis tanpa mengkomunikasikannya dengan Tono. Tini harus menunjukkan bahwa dia masih membutuhkan Tono. Minimal Tini mengatakan terima kasih dan ma’af jika dia kelelahan dan hanya ingin diam dan bersandar.
Emosi pria dan wanita
Wah… untuk hal ini, kita semua pasti tau bahwa pria kebanyakan memiliki emosi yang cenderung stabil. Di sisi lain, wanita memiliki memiliki emosi yang seperti gelombang laut. Seperti kita ketahui, keadaan laut sangat dipengaruhi oleh kondisi bulan… hehehehe… tau kaaan…
Emosi yang naik-turun seperti gelombang laut ini mencapai puncak saat wanita sedang awal masa menstruasi. Keadaan ini yang membuat banyak pria pusink tujuh keliling.. Well, jika seorang pria mengalami keadaan ini, pilihannya hanya ada 2 : jika merasa kuat, dia bisa mencoba melayani semua keinginan sang wanita. Jika merasa tidak kuat, mungkin bisa meminta ijin untuk tidak bertemu sementara waktu.
Emosi pria yang cenderung stabil, juga bisa membuat wanita gondok. Wanita pada dasarnya selalu bercerita untuk didengarkan. Mendengarkan di sini adalah bahwa pria harus mendengarkan dengan sungguh-sungguh meski tanpa memberikan komentar. Tapi emosi pria yang stabil,kadang membuat ekspresi pria juga stabil (lempeng jugak… . Hal ini akan memberikan kesan bahwa sang pria tidak mendengarkan apa yang diceritakan sang wanita…. Bisa ribut lagi deeeeeh…
Perasaan cinta pria dan wanita
Dari dulu, wanita terkenal dengan cintanya yang tulus dan kesetiaan bagai merpati. Memang benar… Hal ini karena wanita cenderung konstan dalam memiliki dan mengekspresikan cintanya. Wanita kebanyakan ingin bersama terus dengan pasangannya dalam setiap aktivitas. Hal ini berbeda dengan pria. Perasaan cinta pria memiliki karakteristik seperti karet gelang. Pria cenderung membutuhkan kebebasannya untuk menjauh sementara dari sang wanita untuk mendapatkan kembali cintanya… seperti karet gelang yang ditarik, dan dilepaskan. Saat sang pria ingin keluar dari dunia berdua, disimbolkan dengan karet gelang yang diregangkan. Dan saat sudah mendapatkan kebebasannya, dia akan kembali dengan cinta yang lebih segar dan rasa rindu yang baru, kembali ke pangkuan kekasih. Hal ini disimbolkan karet gelang yang sudah diregangkan kemudian dilepaskan dan meloncat kembali ke asalnya. Dalam hal ini, wanita harus pandai-pandai mengelola kebutuhan pria akan kebebasan dan jangan dikekang. Kebebasan bukan berarti kebebasan mutlak, tapi kebebasan yang bertanggung jawab.
Penutup
Itulah sekelumit informasi tentang pria dan wanita. Well, jujur ajah informasi diatas lebih pas digunakan untuk memelihara hubungan pria-wanita yang sudah terjalin. Informasi tersebut tidak cocok untuk kondisi pedekate… Informasi diatas juga mungkin kurang akurat, sebab karakter, sikap, dan sifat manusia (baik pria maupun wanita) sangat bergantung pada keluarga dan lingkungan dimana dia tumbuh. Pada prinsipnya, ada hal-hal yang memang tidak bisa diubah, tapi janganlah hal tersebut selalu dijadikan kambing hitam. Misal, emosi yang impulsif saat menstruasi wanita, janganlah dijadikan senjata untuk membenarkan diri. Kita tetap harus bisa mengendalikannya.
Demikian juga pria yang susah menyimak dan mendengarkan pasangan, janganlah menyalahkan takdir… Kita tetap bisa belajar untuk lebih bisa mendengarkan pasangan. Meski tidak bisa diubah, kita tetap harus bisa mengendalikannya. Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri dan orang hebat adalah orang yang mampu mengalahkan dan mengendalikan diri sendiri.
Judul buku yang luar biasa itu adalah “Men are from Mars, Women are from Venus” (by John Gray) dan “Why Men don’t listen and Women don’t read Maps” (by Allan Pease).. Kenalilah pasangan anda, buka komunikasi, lakukan kompromi, dan saling belajar lah satu sama lain… Semoga hubungan anda harmonis dan langgeng…
Langganan:
Postingan (Atom)
